___bismillahirrahmanirrahiim___
Aku mengenalnya tujuh tahun yang lalu, saat kami masih calon murid baru. Dia ramah, periang, hidupnya penuh gerakan. Ibarat embun, kehadirannya menyegarkan kepenatan dan penyesalan yang kadang datang. Ada banyak kesamaan yang mengeratkan hubungan. Kami berbagi suka dan duka, masa lalu dan cita-cita, bahkan makanan. Takdir Tuhan semakin mendekatkan. Kami diterima di sekolah asrama tersebut. Seiring berjalannya waktu, kupikir telah mengenalnya lebih jauh. Ternyata aku salah. Dia menghilang dua tahun kemudian. Tanpa penjelasan ataupun pesan ditinggalkan. Kecewa. Sakit hati tentunya. Inikah persahabatan yang kau dengungkan...??
Roda kehidupan terus berputar. Ku jalani setiap kegiatan sembari sesekali memikirkannya. Mencoba menghubunginya melalui telepon, tapi tak bersua dengannya. Sempat ku berputus asa lalu berusaha melupakannya. Saat kucoba kembali menghubunginya, ku tak lagi mengenali suaranya. Senang mendengar bahwa dia menjabat sebagai sekretaris OSIS di sekolah barunya.
Hari kelulusan pun tiba. Empat tahun sudah perpisahan kita. Sekian lama tak ku dengar kabar darimu sobat.... Apa kabarmu di sana? Akankah ku kenali sosokmu jika kita bertemu?
Ku coba hubungi nomor lamamu. Berharap kau tak menggantinya dengan yang baru. Balasan pesan darimu menggoreskan senyum penuh syukurku.
Pendaftaran UM 2010 menjadi awal nostalgia. Tak kusangka kan bertemu kembali dengannya. Terima kasih ya Allah...Kau Mendengar semua do'a. Aku merasa ada yang berbeda. Apa karna lama tak bersua..? Entahlah...........Tapi ku bahagia atas pertemuan ini. Dan kini..di sinilah ku berdiri. Satu kampus dengannya meski jurusan tak sehati. Berdo'a semoga persahabatan ini takkan pernah mati. Tak ingin perpisahan kembali menghampiri. Namun bagaimanapun, hanya rencana-Nya yang pasti terjadi. Berharap persahabatan ini di ridloi dan mengantarkan kami meraih surga firdausi.
__uhibbuki fillah.......... ^_^ __
Jumat, 17 Desember 2010
Langganan:
Komentar (Atom)
